Rabu, 04 Februari 2015

Terlahir untuk Memilih

Perjalanan ini tak mudah untuk ditebak
Bagai misteri yang menanti untuk dihampiri

Tak ada yang tau. . .
Kapan senyum merekah lebar
Kapan air mata membasahi pipi
Kapan muka ini menekuk dan tertunduk

Bukankah ini adalah pilihan
Ketika  bisa memilih  yang  buruk atau baik
Ketika  bisa memilih sedih atau bersyukur
Ketika bisa memilih  menangis atau tersenyum
Ketika bisa memilih meratapi atau mempelajari
Ketika bisa memilih untuk tertunduk atau bangkit

Iya. . .
Tentu itu pilihan
Karena kita terlahir untuk memilih
dan kita tak terlalu lama meratapi apa yang terjadi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar