Hujan. . .
Kau ajarkan aku akan banyak hal
Ajari aku seperti engkau
Yang bertahan ketika gelap
Yang tak mengeluh ketika terjatuh
Hujan. .
Ingatkan aku akan arti pengorbanan
Ketika menunggu terlihat menarik
Ketika menolak terlihat bertahan
Ketika tak peduli terlihat tak ingin kembali
Sampai pada akhirnya kau bertahan dalam semusim
Kau berikan pelangi setelah kau pergi
Indahnya dirimu
Melihat jejakmu membias terkena mentari
Ketika warna-warni mewarnai birunya hari
Kau hadir dengan setiap rasa syukur di hati
Ketika doa terpanjat menjadi lebih dekat dengan nyata
Ketika karunia-NYA terasa dalam dada
Ya, kali ini bahagiaku bertemu denganmu kembali
dan ku yakin tak akan ada sedih setelah kau pergi
Karena ku yakin pelangi kan mengganti
Mimpi itu tidak hanya digantungkan tetapi harus dikejar dan kemudian digenggam sehingga mimpi itu bisa dirasakan dengan nyata
Kamis, 05 Februari 2015
Rabu, 04 Februari 2015
Pentingnya Tabayyun (Konfirmasi)
Catatan ini menjadi pengingat untuk diri Saya sendiri supaya membiasakan Tabayyun sebelum berprasangka
"Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran" (Q.S. An-Najm:28).
Kita tak akan mampu membendung pembicaraan orang lain terhadap kita, baik itu pembicaraan yang benar atau mungkin hanya prasangka yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Ketika seseorang mendengarkan suatu berita, orang tersebut cenderung untuk berprasangka, apalagi kalau beritanya adalah hal yang buruk. Jika beritanya benar, namanya Ghibah, jika salah namanya fitnah. Nauzubillah mindzalik. Alangkah baiknya, ketika kita mendengarkan suatu berita jangan langsung mengambil kesimpulan atas prasangka-prasangka kita.Tidak semua berita harus kita dengar dan kita baca, khususnya berita yang membahas aib dan membahayakan pikiran. Tidak terburu-buru dalam menanggapi berita, akan tetapi diperlukan tabayyun dan pelan-pelan dalam menelusurinya.
Rosululloh sallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“التاني من الله والعجلّة من الشيطان”
“Pelan-pelan itu dari Alloh, sedangkan terburu-buru itu dari setan.” (Musnad Abu Ya’la: 7/247, dishohihkan oleh al-Albani: 4/404)
Syaikh Sholih Fauzan hafidzahullah berkata: ”Hendaknya kita pelan-pelan dalam menanggapi suatu perkataan, tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa menghukumi orang, hendaknya tabayyun. Sebagaimana firman Alloh ‘Azza wa Jalla dalam QS. al-Hujurot[49]: 6 dan QS. an-Nisa[4]: 94.” (al-Muntaqo min Fatawa al-Fauzan: 3/25)
Rosululloh sallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ايّاكم والظنّ فانّ الظنّ اكذب الحديث
“Jauhilah dirimu dari persangkaan, maka sesungguhnya persangkaan itu sedusta-dustanya perkataan.” (HR. Al-Bukhori: 5144)
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q.S. Al-Hujurat: 6)
Oleh karena itu sangat diperlukannya Tabayyun/konfirmasi. Sebaiknya sebagai seorang muslim, kita harus selalu berpikir yang positif dan tidak terbawa dengan berita yang kita dengar. Jika berita/ masalahnya sangat penting dan kita berniat agar berita tersebut tidak menyebar terlalu jauh, sebaiknya kita mengkonfirmasi langsung ke yang bersangkutan. Ya tentu saja dengan memperhatikan penyampaian ke yang bersangkutan. Khawatirnya menyinggung perasaan beliau.
Wallahu A'lam Bishawab
Terlahir untuk Memilih
Perjalanan ini tak mudah untuk ditebak
Bagai misteri yang menanti untuk dihampiri
Tak ada yang tau. . .
Kapan senyum merekah lebar
Kapan air mata membasahi pipi
Kapan muka ini menekuk dan tertunduk
Bukankah ini adalah pilihan
Ketika bisa memilih yang buruk atau baik
Ketika bisa memilih sedih atau bersyukur
Ketika bisa memilih menangis atau tersenyum
Ketika bisa memilih meratapi atau mempelajari
Ketika bisa memilih untuk tertunduk atau bangkit
Iya. . .
Tentu itu pilihan
Karena kita terlahir untuk memilih
dan kita tak terlalu lama meratapi apa yang terjadi
Rabu, 28 Januari 2015
Bagian Pendahuluan "Penurunan Konsentrasi Tembaga dan Asam asetat dalam Limbah Laboratorium Kimia Universitas Padjadjaran dengan Penggunaan Ampas Teh"
Limbah cair laboratorium yang mengandung logam berat dan
zat-zat berbahaya yang bersifat toksik
dapat menjadi polutan lingkungan. Jika limbah tersebut langsung dibuang
ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu, akan mengakibatkan perubahan karakter
fisik dan kimia dari air tersebut. Agar limbah cair tersebut tidak memberi
dampak buruk, maka harus diolah terlebih dahulu dan hasil pengolahan limbah
tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang setiap
tahunnya akan semakin meningkat.
Beberapa teknik pengolahan yang tersedia untuk mengurangi
konsentrasi logam berat dan senyawa lain dalam limbah, antara lain metode curah hujan, flotasi, pertukaran ion, ekstraksi pelarut,
adsorpsi, pengolahan membran dan elektrolit (Oteroa et al., 2009). Adsorpsi
merupakan salah satu teknik pemisahan yang efektif
yang digunakan dalam industri terutama dalam pengolahan limbah.
Biaya merupakan parameter penting untuk membandingkan bahan adsorben. Karbon aktif merupakan bahan yang efektif untuk
pengolahan limbah tersebut tetapi biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan karbon
aktif tersebut cukup mahal dikarenakan proses pembuatannya membutuhkan banyak
bahan kimia dan energi yang cukup tinggi. Melalui pendekatan
potensial akhirnya digunakan ampas teh, karena teh adalah salah satu minuman
yang paling populer dan sekitar 3,5 juta ton teh dikonsumsi setiap tahun di
dunia (Boonamnuayvitaya
et al., 2004), sedangkan pemanfaatannya masih terbatas antara lain untuk pakan ternak
dan campuran pupuk kompos. Padahal ampas teh memiliki potensi untuk dijadikan
adsorben karena mengandung selulosa yang cukup tinggi yaitu 33,54% (Nurcahyani
dkk., 2006).
Beberapa penelitian
tentang penggunaan ampas teh sebagai adsorben telah dilakukan. Tharkur dan
Pharmar (2013), melaporkan hasil penelitiannya mengenai adsorpsi logam dengan menggunakan ampas teh dengan
efisiensi adsorpsi mencapai 89% untuk tembaga, 94% untuk nikel, dan 91% untuk seng. Tetapi pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan, preparasi adsorben
ampas teh masih menggunakan bahan kimia cukup banyak dan hanya mengolah limbah
dengan konsentrasi logam yang tidak terlalu tinggi yaitu maksimal 100 ppm.
Sedangkan konsentrasi logam dalam limbah laboratorium kimia lebih dari 100 ppm.
Sehingga pada penelitian ini dikembangkan metode preparasi adsorben sehingga
dapat meningkatkan kualitas adsorben dan meminimalisir penggunaan bahan kimia
dalam aktivasinya serta dapat mengadsorpsi limbah dengan konsentrasi logam yang
cukup tinggi. Selain itu, penelitian ini juga mengembangkan penggunaan adsorben
ampas teh lainnya, yaitu untuk mengadsorpsi limbah yang mengandung bahan
organik yang dalam penelitian ini adalah asam asetat serta mengamati perubahan
pH dan konduktivitas limbah setelah adsorpsi.
Dalam penelitian ini mengkaji
sejauh mana ampas teh dapat digunakan sebagai adsorben yang efektif dengan harga ekonomis pengganti karbon aktif untuk
mengurangi konsentrasi tembaga dan asam asetat dalam limbah
laboratorium Kimia Unpad serta menentukan
keadaan optimum adsorpsi yang ditinjau dari waktu kontak dan jumlah adsorben sehingga
nantinya limbah cair yang telah diadsorpsi ini dapat
digunakan untuk penyiraman tanaman di sekitar Departemen Kimia Unpad.
oleh: Nina Andhini Pratiwi
Doa dan Ridho Mereka
Ini kisah tentang perjuangan
Yang hampir patah arah dalam penantian
Mencari di lain tempat
Banyak kesempatan datang
Tapi ridho tak ku jumpai
Kini. . .
Aku kembali Bu, Pak
Mendekap dengan pelukan kehangatan
Maafkan aku yang pernah berniat meniti karir jauh dari kalian
Maafkan aku yang meninggikan pemikiran yang idealis tanpa kelembutan di hati
Maafkan aku yang melupakan hatiku
Bahwa rinduku terlalu dalam padamu
Sungguh, walau dulu jarak memisahkan kita begitu jauh
Bahagia ini hanya berorientasi padamu
Restu ini selalu ku pinta dalam setiap langkah
Ibu, Bapak
Terima kasih atas semuanya
Atas kesabaran yang tak pernah terbatas
Atas bahagia yang tak pernah putus
Atas doa yang tak pernah berhenti merintih
Atas semangat yang selalu terpancar
Kini, doamu menembus langit
Ridhomu meringankan langkah ini
Sampai di titik ini mulai ku temukan
Apa yang ku cari dan apa yang terbaik
Alhamdulillah
Bahagia ku dapat
Mendekat dengan jarak
Akan melihat senyum kalian di setiap hari
bisa mengabdi untuk negeri dan cita-citaku menghampiri
Karena doa dan Ridhomu Bu, Pak
Aku sampai pada titik ini
Yang hampir patah arah dalam penantian
Mencari di lain tempat
Banyak kesempatan datang
Tapi ridho tak ku jumpai
Kini. . .
Aku kembali Bu, Pak
Mendekap dengan pelukan kehangatan
Maafkan aku yang pernah berniat meniti karir jauh dari kalian
Maafkan aku yang meninggikan pemikiran yang idealis tanpa kelembutan di hati
Maafkan aku yang melupakan hatiku
Bahwa rinduku terlalu dalam padamu
Sungguh, walau dulu jarak memisahkan kita begitu jauh
Bahagia ini hanya berorientasi padamu
Restu ini selalu ku pinta dalam setiap langkah
Ibu, Bapak
Terima kasih atas semuanya
Atas kesabaran yang tak pernah terbatas
Atas bahagia yang tak pernah putus
Atas doa yang tak pernah berhenti merintih
Atas semangat yang selalu terpancar
Kini, doamu menembus langit
Ridhomu meringankan langkah ini
Sampai di titik ini mulai ku temukan
Apa yang ku cari dan apa yang terbaik
Alhamdulillah
Bahagia ku dapat
Mendekat dengan jarak
Akan melihat senyum kalian di setiap hari
bisa mengabdi untuk negeri dan cita-citaku menghampiri
Karena doa dan Ridhomu Bu, Pak
Aku sampai pada titik ini
Langganan:
Postingan (Atom)