Jumat, 02 Januari 2015

Ketika kita Berdoa

Doa merupakan salah satu bentuk komunikasi kita kepada Sang pencipta, Allah SWT.

Allah SWT. berfirman:
"... Dan Rabbmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, nisaya akan Ku perkenankan bagimu'. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk ke neraka jahannam dalam keadaan hina-dina"(Q.S. Ghafir:60)

Waktu yang baik untuk berdoa
Hendaknya doa diucapkan pada waktu-waktu yang mulia, seperti Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumat, dan waktu sahur. Hendaknya juga dijaga keadaan-keadaan yang mulia, seperti ketika turun hujan, dalam barisan peperangan di jalan Allah, dan ketika sujud. Sebagaimana Hadist Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw., bahwa beliau bersabda:
"Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, karena itu perbanyaklah doa" (H.R. Muslim).

Jangan pernah ragu dengan kekuatan Doa dan kebesaran Allah SWT.
kalo zaman KKN dulu, ada salah satu temen liat notes Saya di handphone yang isinya Impian Saya beserta tahun-tahun target pencapaian. Waktu saya buka lagi notes itu, ternyata diam-diam dia mengganti tahun-tahun target pencapaian yang saya buat dengan waktu yang lebih dipercepat. Di bawah notes itu dia sisipkan kata-kata: "Nin, kalo berdoa jangan tanggung-tanggung. Allah pasti akan ngasih yang terbaik"
Kata-kata itu selalu terngiang dalam pikiran Saya. Masya Allah. Semoga itu menjadi motivasi Saya untuk lebih baik dan selalu semangat.

Yaa, jangan pernah ragu dengan doa yang kita panjatkan dan jangan sekali-kali berucap "Aku sudah berdoa, tapi tidak dikabulkan".


Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:' Setiap doa yang kalian panjatkan akan diterima selama tidak tergesa-gesa, yang ia berkata, 'Aku sudah berdoa, tetapi tidak dikabulkan". (H.R. Bukhari).

Jangan pernah berputus asa dengan ikhtiar yang sudah Kamu lakukan dan jangan pernah lelah untuk berdoa. Berserah dirilah kepada-NYA dan gantungkan semua harapmu hanya kepada Allah SWT.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri, sesungguhnya Nabi Muhammad saw. bersabda: "Tidak ada seorang muslim yang berdoa dan di dalamnya tidak ada dosa (syirik) dan tidak pernah memutuskan silaturahim, kecuali Allah memberinya satu dari tiga pilihan, yaitu doanya segera dikabulkan, atau doanya disimpan sebagai tabungan akhirat, atau pun dipalingkan darinya kesalahan yang setara dengan doa yang diucapkannya" (H. R. Hakim).


Dari Mata Turun ke Hati

Seperti judulnya, kali ini Saya akan membahas tentang pengaruh mata (pandangan) terhadap hati seseorang.

Para ahli penyakit hati mengatakan bahwa antara mata dan hati ada celah dan jalan yang menyambungkan keduanya. Apabila rusak matanya, maka hati pun akan menjadi rusak. Pengaruh pandangan akan membawa kepada sikap menganggap baik sesuatu yang dipandangnya, dan terlintaslah apa yang ia padang di dalam hatinya. Oleh karena itu, timbulah penyakit hati. Naudzubillah

Dari buku "Mensucikan Jiwa", dijelaskan bahwa:
* Pandangan adalah salah satu panah iblis. Barangsiapa yang menundukan pandangan karena Allah, maka Allah akan mewariskan kepadanya kemanisan iman, yang akan didapati di dalam hati seseorang hingga ia bertemu Rabb-nya
*Masuknya setan dalam penglihatan seseorang. Proses merusaknya setan terhadap pandangan manusia itu lebih cepat dibanding udara yang masuk ke dalam ruang. Maha Sui Allah. Begitu cepatnya gerak setan dalam merusak manusia
*Pandangan juga bisa menyibukkan hati. Nah loh, maksud dari kata-kata ini simplenya adalah kalo kita memandang dan sampai ke hati, maka akan menimbulkan suatu khayalan dan angan-angan. Hati terus berpikir tentang khayalan tersebut dan pada akhirnya hal-hal baik yang seharusnya dipikirkan malah tidak terpikirkan karena hati sudah sibuk dengan pikiran yang ga baik.

Allah SWT. berfirman:
"Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas" (Q.S. Al-Kahfi[18]: 28)



Kalo dulu pernah ngobrol sama temen tentang ciri-ciri manusia yang sudah dipengaruhi oleh setan angtara lain sangat mudah melamun. Yang katanya galau kalo hujan turun, terus duduk dipinggir jendela sambil ngelamun, hati-hati ya. itu bukan suatu kenikmatan/kebiasaan yang harus dijaga. Mending kalo hujan turun berdoa sebanyak mungkin. Kan di saat hujan turun, adalah waktu berdoa yang baik ^^

Empat Racun Hati

Kali ini akan membahas tentang empat Racun Hati yang dikutip dari Buku "Tazkiyah An-Nafs" karya Syeikh Ahmad Farid

Ibnu Mubarak berkata:
Aku melihat dosa telah mematikan hati
Dan meninggalkan kehinaan
Sedangkan meninggalkan dosa akan menghidupkan hati
Dan membuat jiwa menjadi baik karena meninggalkannya

Subhanallah. Tercabik banget baca kata-kata pertama dari sub bab buku ini

Yaah, perbanyak istighfar dan taubat serta melakukan amalan-amalan baik adalah cara untuk membersihkan hati. Semakin banyak melakukan amalan kebaikan, Insyaa Allah semakin memperkecil kesempatan keburukan datang dalam diri


Dari buku ini menjelaskan ada empat racun hati, yaitu:
1. Banyak Bicara
Ternyata banyak bicara itu bisa mengotori hati dan memang sebaiknya sebagai manusia kita harus pintar menjaga lisan dan lebih perbanyak diam.

Dari Mu'adz, dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda: " Bukankah manusia dicampakkan ke neraka yang paling dalam, karena akibat lisannya?" (H.R. Tirmidzi)

Rasulullah saw. juga bersabda: " Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbicara yang baik, atau hendaklah ia diam" (H.R. Bukhari)

2.Banyak memandang
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda:
"Telah ditetapkan kepada keturunan Adam bagiannya dari zina, dan ia pasti melakukannya. Kedua mata zinanya adalah pandangannya, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya melalui ucapan, tangan zinanya dengan memegang, kaki zinanya adalah melangkah (ke tempat maksiat), dan hati zinanya adalah dengan berangan-angan, dan semua itu dibenarkan atau diingkari oleh kemaluan" (H.R. Bukhari)

3. Banyak Makan
Sedikit makan akan melembutkan hati, menguatkan intelegensi, mengekang nafsu, serta melemahkan syahwat dan amarah. Sedangkan banyak makan akan menciptakan sebaliknya
Mungkin teman-teman sering mendengar, jika Rasulullah ketika berbuka puasa hanya memakan kurma dan beberapa teguk air saja.
Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan. Termasuk berlebihan dalam makan

Dari Aisyah, ia berkata: "Sejak masuk ke Madinah, keluarga Rasulullah saw. belum pernah merasa kenyang oleh roti gandum selama tiga hari berturut-turut sampai beliau wafat" (H.R. Bukhari)

4. Banyak bergaul
Betapa banyak pergaulan yang hanya dipenuhi dengan kesenangan dan permusuhan bukan?
Oleh karena itu, sebagai insan yang baik, alangkah baiknya jika kita bergaul sesuai dengan kebutuhan, perbanyak menemui dan berkumpul dengan orang Shalih yang bisa selalu membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.

Semoga tulisan ini bermanfaat terutama untuk Saya dan teman-teman semua :)
Insyaa Allah


Saat Kampus dan kembali ke realita

Setelah menghapus beberapa tulisan yang terlihat tidak penting, saatnya kembali menulis lagi

Kali ini Saya akan bercerita tentang pengalaman pasca kampus
Huaaah. Berat banget kedengarannya
Tapi ini cuma hal yang simple
Setelah empat tahun mencari ilmu di kota orang, tepatnya di kota Bandung, akhirnya kini memutuskan untuk kembali ke kota kelahiran. Yaa, Palembang. Kota yang dirasa paling nyaman buat ditinggali. Walaupun kita tau, Bandung juga sangat menyenangkan. Banyak tempat wisata, udara sejuk, tempat kondusif, kulinernya banyak.
Tapi entahlah, hati ini seperti tertinggal di Palembang
Awalnya, bingung setelah balik ke Palembang lagi. "Mau ngapain lagi?'
Ya, karena selama di Kampus kebiasaan pergi pagi dan pulang sore/ sebelum Maghrib. Baik itu karena kuliah, penelitian ataupun ikut kegiatan Kampus.
Kehidupan selama jadi mahasiswa juga terlihat menyenangkan. Setiap hari ketemu temen-temen sebaya, dan pikiran pun hanya fokus ke kuliah dan amanah.

Setelah di Palembang, kegiatannya terlihat monoton. Tapi lama kelamaan mulai mencari kesibukan, membangun silaturahim ke teman, Sahabat, dan Keluarga.
Ya hitung-hitung nanti kalo udah sibuk kerja, waktu seperti ini bakalan langka banget. Mau janjian ketemu sama temen aja mungkin bakalan susah karena jadwal kosong yang ga sesuai
Semenjak Kehidupan pasca Kampus di mulai. Kita harus selalu berpikir ke depan, Visioner. Harus punya target dan harus ikhtiar dengan maksimal. Lebih bagus lagi kalo selama jadi mahasiswa, udah mikirin mau ngapain setelah pasca kampus tiba :)

Oh iya, kalo sebagai perempuan bagus banget nih kalo pasca kampus, waktunya digunain buat menambah kapabilitas untuk bekal menjadi seorang Ibu suatu hari nanti. Misalnya udah mulai belajar masak nih buat yang belum bisa masak, baca buku apapun yg bermanfaat, belajar merawat bayi, menjahit. Nah, kalo menjahit Saya juga belum bisa menjahit *sedang mengusahakan untuk belajar* :D .Memperdalam ilmu agama (Islam) juga yang paling penting :)

Yang terpenting, manfaatkanlah waktu luangmu sebaik-baiknya sebelum waktu sempitmu ^^



Menapaki Langkah itu

Sesaat semuanya berlalu
Pergi dan memulai kembali
Mencari dan menapaki langkah
Langkah yang tak pernah terpijak

Terkadang berlari
Melawan setiap kegundahan
Keraguan bagai angin yang terus mencabik
Kaku dan terpaku

Bagai langkah tak terarah
Bagai mimpi yang hanya asa

Berjalan. . .
Lirik kecil hapuskan gundah
Pandangan tak tertampak
Bagai fatamorgana

Langkah itupun semakin lirik
Perih tertahan mimpi

Bisikan itu terus menghampiri
Terdengar. ."Tenanglah. .."
Bagai kekuatan
Langkah itupun semakin jauh
Ketika fiksi menjadi nyata
Yaaa.
Tenanglah. .
Mimpi itu menghampiri
Dan kini langkah itu menapak tinggi